Manusia dan pendidikan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama : Rezky Wulandari
Nim : 11901344
Kelas : PAI 4B
pada blog saya kali ini akan membahas tentang " manusia dan pendidikan" yang Pada hakikatnya, sejarah manusia tidak dapat dilepaskan dari pendidikan. Sejak penciptaan Adam sebagai manusia pertama, Allah swt. telah menginformasikan bahwa Adam diajarkan berbagai hal termasuk berbagai nama-nama benda. Setelah diajarkan nama-nama benda, Allah swt. kemudian menguji kemampuannya dengan meminta Adam menyebutkan semua nama-nama benda tersebut.
Firman Allh swt dalam Q.S. Al-Baqarah/2: 31,)
Terjemahnya:
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”
Ayat di atas, mengindikasikan dua hal: pertama: bahwa sejarah pendidikan lahir bersamaan dengan sejarah kadatangan manusia, dan kedua: pendidikan inheren dengan kehidupan manusia.
Dalam perspektif teori pendidikan modern, ayat di atas, juga menjelaskan lima unsur pokok dalam dalam proses pendidikan dan pembelajaran, yaitu:
(1) pendidik, yaitu Allah swt,
(2) peserta didik, yaitu Adam a.s.,
(3) materi pendidikan yaitu pembelajaran tentang nama-nama benda,
(4) metode yaitu bagaimana Allah swt mengajarkan Adam tentang nama-nama benda tersebut,
(5) evaluasi, yaitu Adam diuji kemampuannya dengan menyebutkan nama-nama benda yang telah diajarkan kepadanya. Informasi al-Qur’an tentang manusia pertama (Adam) yang diajar langsung oleh Allah swt, menegaskan posisi Islam tentang pendidikan.
Islam telah menempatkan pendidikan sebagai center point kehidupan, dan menjadikan pendidikan sebagai bagian dari keabadian manusia. Penulis memandang bahwa teori life long education tidak dapat lagi diartikan sebagai “pendidikan sepanjang hayat”, yang terbatas pada “hayat” di dunia ini saja, tetapi life long education memiliki makna filosofis yang jauh, dalam, dan bahkan bermakna keabadian. Kedatangan Rasulullah Muhammad saw, dengan membawa al-Qur’an sebagai pokok ajaran sesungguhnya menegaskan dan menggugah kembali “ingatan” manusia tentang apa yang terjadi pada manusia pertama (Adam), bahwa Adam adalah “peserta didik
pertama” di kalangan umat manusia. Dalam perspektif historis pendidikan, Rasulullah saw sebenarnya diberi amanah untuk mengingatkan umat manusia bahwa sejarah panjang umat manusia tidak dapat dilepaskan dari pendidikan. Itu berarti pula bahwa sejarah pendidikan sepanjang dengan sejarah manusia.
Manusia diciptakan oleh Allah swt. sebagai makhluk-Nya yang termulia. Kemuliaan pencipataan manusia mencakup dua aspek yang sangat menonjol, yaitu kesempurnaan jasmani dan kesempurnaan rohani.
Dilihat dari bentuk jasmani (fisik), nampak betapa sempurna rupa dan keindahannya. Keseimbangan bentuknya serasi dengan fungsi organ tubuhnya. Dari segi psikhis, nampak betapa manusia diberikan banyak kelebihan dibandingkan dengan makhluk Allah swt. yang lainnya. Dua aspek yang sangat sempurna menyatu dalam suatu bentuk makhluk Allah swt., yang bernama manusia.
Firman Allah Swt., dalam QS. At-Tiin (95): 4
Terjemahnya:
Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS.Al-tiin: 4)
Kenyataan akan kesempurnaan penciptaan manusia sebagaimana yang dinyatakan di atas, seyogianya menjadikan manusia sebagai makhluk paling beradab, paling teratur dan paling mudah dikendalikan, sebagai manifestasi dari kesempurnaan yang disandangnya. Namun kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua manusia mampu menunjukkan diri sebagai makhluk yang sempurna. Kontradiktif dengan kesempurnaan penciptaan yang disandangnya. Kenyataan hidup manusia yang kontradiktif tersebut mengindikasikan adanya kebutuhan terhadap suatu institusi yang secara konsisten mampu mengarahkan manusia mewujudkan seluruh potensi kesempurnaan yang ada padanya. Hal ini menjadi objek kajian yang selalu menarik sepanjang masa. Ralitas menunjukkan bahwa kehidupan manusia cenderung digolongkan kepada dua arah, yaitu manusia dengan kecenderungan pada kebaikan dan manusia dengan kecenderungan pada hal yang bertentangan dengan kebaikan itu sendiri. Baik dan tidak baik dalam istilah ini tentu bersifat normatif, baik menurut pandangan umum maupun berdasarkan pada norma tertentu, seperti adat istiadat, maupun norma-norma agama.
Manusia dalam mencapai predikat manusia sempurna (insan kamil) sebagai puncak tertinggi hakekat kehidupannya, perlu menemukan kembali formula dan arahnya di dalam sistem dan struktur sosial masyarakat. Formula yang dimaksud tiada lain adalah formula-formula pendidikan yang sedemikian penting, untuk kembali memperoleh penguatan dan direvitalisasi. Karena itu, pendidikan menjadi pusat dari semua upaya membangun citra manusia paripurna, dan menjadikan pendidikan sebagai titik pijak dan strategi utama di dalam membentuk manusia yang berkualitas, insan paripurna.
Hal yang sangat sulit dibayangkan bahwa manusia hidup dalam dunia tanpa pendidikan di dalamnya. Bagaimana mungkin manusia berkembang dengan peradaban sedemikian rupa tanpa suatu upaya yang sistematis melalui pendidikan. Dalam beberapa aspek memang kadang terjadi kerancuan antara prestasi kemajuan yang ditandai oleh berbagai penemuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan efek yang kemudian timbul dari berbagai pemahaman tentang pemanfaatn teknologi itu sendiri. Suatu hal yang tentu kontradiktif, terlebih lagi jika berbagai aspek yang dikalim sebagai bagian dari kemajuan tersebut sering bertentangan dengan aspek-aspek normatif di dalam kehidupan.
Dengan demikian, sebuah pemahaman tentang pendidikan dalam arti yang pure bagi semua umat manusia menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. Mungkin pemikiran ini akan menimbulkan kesulitan tersendiri karena banyaknya anasir-anasir yang berpengaruh terhadap pemahaman seseorang, tetapi setidaknya terdapat titik temu yang menunjukkan bahwa pendidikan merupakan satu-satunya usaha yang dapat membawa manusia kepada kehidupan yang bermartabat.
Demikian ulasan laporan bacaan saya semoga ada segi manfaat nya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Komentar
Posting Komentar